Categories: NewsTechnology

5,5 Juta Data Pengguna Bocor! Discord Diduga Jadi Sasaran Serangan Hacker

Screemo – Discord menjadi sorotan global setelah kelompok peretas mengklaim telah membobol sistem dukungan pelanggan yang menggunakan platform Zendesk. Dalam klaim tersebut, data milik 5,5 juta pengguna disebut telah dicuri termasuk informasi sensitif seperti ID pemerintah dan sebagian data pembayaran. Peristiwa ini memicu kehebohan luas di kalangan pengguna dan pakar keamanan siber karena skalanya yang sangat besar. Discord menegaskan bahwa kebocoran tidak terjadi pada sistem internal mereka melainkan pada layanan pihak ketiga. Meski begitu, serangan ini memperlihatkan betapa rentannya data pribadi pengguna ketika disimpan pada platform eksternal. Pihak perusahaan telah memastikan bahwa mereka tidak akan membayar uang tebusan kepada para pelaku kejahatan siber yang bertanggung jawab atas serangan ini.

Discord Tegaskan Kebocoran Berasal dari Layanan Pihak Ketiga

Discord menyampaikan pernyataan resmi untuk meluruskan berbagai klaim dari para peretas yang mengaku berhasil mencuri data pengguna. Dalam pernyataan tersebut, perusahaan menegaskan bahwa kebocoran tidak berasal dari sistem utama melainkan dari platform Zendesk yang digunakan untuk mendukung layanan pelanggan. Perusahaan juga menyebut angka yang beredar tidak akurat dan merupakan bagian dari upaya pemerasan oleh kelompok peretas. Sekitar 70 ribu pengguna dikonfirmasi menjadi bagian dari insiden ini khususnya mereka yang mengunggah foto identitas untuk proses verifikasi usia. Para pelaku dilaporkan mengakses sistem Zendesk melalui akun karyawan dari pihak ketiga yang diretas. Perusahaan menyatakan tidak akan memberikan imbalan kepada pihak yang bertanggung jawab atas pelanggaran hukum tersebut.

“Baca juga: Hasil Lelang Frekuensi 1,4 GHz Diumumkan Hari Ini, WIFI Siap Kuasai Regional 1?”

Hacker Klaim Curi 1,6 Terabyte Data Pengguna

Para peretas mengaku telah mencuri 1,6 terabyte data dari sistem dukungan pelanggan yang digunakan oleh perusahaan. Akses ke sistem tersebut diklaim berlangsung selama 58 jam sejak tanggal 20 September 2025. Menurut pengakuan mereka, data yang dicuri mencakup 8,4 juta tiket layanan yang melibatkan sekitar 5,5 juta pengguna unik. Sekitar 580 ribu dari pengguna tersebut disebut memiliki data pembayaran yang turut terdampak. Kelompok peretas juga membocorkan sebagian kecil data untuk membuktikan klaimnya. Dalam data itu terdapat alamat surel, nomor telepon, ID pengguna, dan informasi terkait keamanan akun. Informasi ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman terhadap keamanan data digital. Pakar keamanan menilai kebocoran ini berpotensi dimanfaatkan untuk aksi penipuan dan serangan lanjutan terhadap pengguna yang terdampak.

Negosiasi Uang Tebusan Gagal Picu Ancaman Kebocoran Massal

Kelompok peretas disebut telah menuntut uang tebusan sebesar 5 juta dolar yang kemudian diturunkan menjadi 3,5 juta dolar. Mereka mengaku sempat melakukan negosiasi dengan pihak perusahaan mulai tanggal 25 September hingga 2 Oktober 2025. Namun setelah komunikasi dihentikan oleh pihak perusahaan dan pernyataan publik dirilis, kelompok ini menyatakan kemarahan dan mengancam akan menyebarkan seluruh data yang dicuri. Tindakan pemerasan seperti ini bukan hal baru dalam dunia kejahatan siber. Pakar keamanan siber mengingatkan bahwa tekanan semacam ini sering digunakan oleh kelompok kriminal untuk memaksa perusahaan memenuhi tuntutan mereka. Jika data benar-benar bocor ke publik, maka dampaknya akan sangat luas dan berpotensi merugikan jutaan pengguna.

“Simak juga: Air Terjun Argentina Ini Ternyata Saingan Berat Niagara, Keindahannya Bikin Takjub!”

Pakar Peringatkan Dampak Besar bagi Privasi Pengguna

Kasus ini menjadi alarm keras bagi perusahaan teknologi dan pengguna mengenai pentingnya perlindungan data pribadi. Pakar keamanan siber menilai bahwa serangan terhadap layanan pihak ketiga seperti Zendesk menunjukkan titik lemah dalam rantai keamanan digital. Meskipun sistem utama perusahaan tidak diretas, data pengguna tetap bisa terdampak jika vendor eksternal tidak cukup terlindungi. Informasi sensitif seperti ID pemerintah, alamat surel, dan data pembayaran sangat berharga bagi pelaku kejahatan siber. Pengguna diminta untuk lebih waspada terhadap upaya phishing atau penipuan yang mungkin muncul setelah kebocoran data ini. Perusahaan juga didesak untuk memperketat kerja sama keamanan dengan semua penyedia layanan eksternal yang digunakan.

Artikel ini bersumber dari bleepingcomputer dan untuk lebih lengkapnya kalian bisa baca di screemo
Penulis : Sarah Azhari
Editor : Anisa

Recent Posts

Di Balik Layar Sentuh: Strategi Setting Tablet untuk Produktivitas

Screemo - Berdasarkan laporan IDC 2023, pengiriman tablet global mencapai 128 juta unit, namun studi internal yang kami lakukan menunjukkan…

23 hours ago

Di Balik Layar Akurat: Mengapa Kalibrasi Monitor Menentukan Nasib Karya Visual Anda

Screemo - Sebanyak 90% desainer grafis profesional bekerja dengan monitor yang belum dikalibrasi, menyebabkan perbedaan warna mencolok antara layar dan…

1 week ago

Di Balik Lonjakan Adopsi Platform Teknologi Digital Baru di Tahun 2024

Screemo - Laporan terbaru dari badan riset pasar global Gartner memprediksi pengeluaran TI di Indonesia akan tembus 12 miliar dolar…

2 weeks ago

Di Balik Layar: Menguji Efektivitas 5 Metode Pertahanan Data Pribadi Modern

Screemo - Laporan terbaru dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat adanya lonjakan serangan siber sebesar 38% pada kuartal…

3 weeks ago

Tutorial Lengkap Mengoptimalkan Kinerja Tablet untuk Kebutuhan Digital Sehari-hari

Screemo - Mengubah Pengalaman Pelanggan di Toko dengan Gamifikasi - Tablet yang lemot bukan takdir. Faktanya, menurut laporan Android Authority…

4 weeks ago

Tutorial Lengkap Mengoptimalkan Fitur Teknologi Digital Tersembunyi di Smartphone Anda

Screemo - Mengubah Pengalaman Pelanggan di Toko dengan Gamifikasi - Sebagian besar pengguna smartphone hanya memakai 20-30% dari kapabilitas penuh…

1 month ago
Zona IDNGGsekumpul faktaradar puncakinfo traffic idscarlotharlot1buycelebrexonlinebebimichaville bloghaberedhaveseatwill travelinspa kyotorippin kittentheblackmore groupthornville churchgarage doors and partsglobal health wiremclub worldshahid onlinestfrancis lucknowsustainability pioneersjohnhawk insunratedleegay lordamerican partysckhaleej timesjobsmidwest garagebuildersrobert draws5bloggerassistive technology partnerschamberlains of londonclubdelisameet muscatinenetprotozovisit marktwainlakebroomcorn johnnyscolor adoactioneobdtoolgrb projectimmovestingelvallegritalight housedenvermonika pandeypersonal cloudsscreemothe berkshiremallhorror yearbooksimpplertxcovidtestpafi kabupaten riauabcd eldescansogardamediaradio senda1680rumah jualindependent reportsultana royaldiyes internationalpasmarquekudakyividn play365nyatanyata faktatechby androidwxhbfmabgxmoron cafepitch warsgang flowkduntop tensthingsplay sourceinfolestanze cafearcadiadailyresilienceapacdiesel specialistsngocstipcasal delravalfast creasiteupstart crowthecomedyelmsleepjoshshearmedia970panas mediacapital personalcherry gamespilates pilacharleston marketreportdigiturk bulgariaorlando mayor2023daiphatthanh vietnamentertain oramakent academymiangotwilight moviepipemediaa7frmuurahaisetaffordablespace flightvilanobandheathledger centralkpopstarz smashingsalonliterario libroamericasolidly statedportugal protocoloorah saddiqimusshalfordvetworkthefree lancedeskapogee mgink bloommikay lacampinosgotham medicine34lowseoulyaboogiewoogie cafelewisoftmccuskercopuertoricohead linenewscentrum digitalasiasindonewsbolanewsdapurumamiindozonejakarta kerasjurnal mistispodhubgila promoseputar otomotifoxligaidnggidnppidnggarenaoxligawbototoiaspweb designvr