Screemo – Telkomsel akhirnya membawa kabar baik bagi masyarakat Papua setelah hampir dua pekan mengalami gangguan jaringan serius. Sejak 16 Agustus 2025 koneksi internet di sejumlah wilayah Papua terganggu akibat kerusakan pada Sistem Komunikasi Kabel Laut atau SKKL ruas Timika Merauke. Gangguan tersebut membuat akses digital masyarakat lumpuh dan berdampak pada berbagai sektor seperti pendidikan layanan publik dan aktivitas bisnis. Namun pada Kamis 28 Agustus 2025 General Manager Region Network Operations and Productivity Telkomsel Maluku and Papua Yasrinaldi mengumumkan bahwa layanan sudah pulih secara bertahap. Pemulihan ini terjadi berkat tersambungnya kembali link backup SKKL ruas Dobo Tual yang memperkuat jaringan utama. Wilayah seperti Mimika Asmat Mappi Dogiyai dan Kepulauan Aru telah kembali menikmati layanan 4G secara normal. Meskipun koneksi sudah kembali pihak Telkomsel menyatakan bahwa proses pemulihan total masih terus berjalan melalui perbaikan lanjutan yang lebih permanen.
Setelah gangguan terjadi Telkomsel langsung mengerahkan upaya maksimal untuk mengatasi kendala tersebut. Salah satu langkah utama adalah pengaktifan link backup SKKL ruas Dobo Tual yang berperan penting dalam menghidupkan kembali akses broadband 4G di Papua. Dalam siaran pers Yasrinaldi menjelaskan bahwa langkah teknis ini sangat krusial untuk mengembalikan layanan secara cepat. Selain itu sebuah kapal khusus juga diberangkatkan menuju lokasi gangguan utama untuk melaksanakan perbaikan sementara atau temporary recovery pada SKKL SMPCS. Kapal itu dijadwalkan tiba pada 27 Agustus 2025 dan langsung melaksanakan misi teknis agar jalur Timika Merauke bisa kembali berfungsi. Dengan kombinasi strategi darat laut dan jaringan backup Telkomsel menunjukkan komitmen kuat untuk memulihkan kondisi layanan secepat mungkin. Dalam waktu dekat pelanggan diharapkan bisa merasakan peningkatan kestabilan koneksi setelah seluruh peralatan disiapkan dan perizinan pelayaran diselesaikan di Dobo.
“Baca juga: iPhone 17 Siap Meluncur 9 September! Fitur Baru dan Harga Bikin Heboh”
TelkomGroup tidak tinggal diam terhadap keluhan dan kerugian yang dialami pelanggan selama masa gangguan berlangsung. Dalam keterangannya Yasrinaldi menegaskan bahwa skema kompensasi telah disiapkan secara menyeluruh untuk mengakomodasi kebutuhan para pengguna. Pelanggan prabayar Telkomsel akan mendapatkan kuota internet pengganti yang setara dengan kuota hangus selama periode gangguan. Untuk pelanggan layanan pascabayar seperti Kartu Halo dan pengguna IndiHome diskon tagihan akan diberikan secara prorata sesuai durasi gangguan yang dialami. Selain itu Telkomsel juga menyediakan bantuan komunikasi darurat berupa 1000 SMS serta 60 menit telepon hanya dengan tarif satu rupiah. Bantuan tersebut dapat diakses melalui UMB 88820 pagar dan berlaku khusus bagi wilayah yang masih merasakan penurunan kualitas jaringan. Skema ini merupakan bentuk tanggung jawab atas kejadian yang membuat pelanggan kesulitan beraktivitas digital selama hampir dua minggu penuh.
“Simak juga: Bukan Sekolah Biasa! Strategi Sekolah Rakyat Ini Bikin Kemiskinan Lenyap!”
Kejadian gangguan yang menimpa jaringan internet di Papua menjadi pengingat akan pentingnya infrastruktur cadangan yang kuat dan berlapis. Papua sebagai wilayah dengan geografis menantang memang memiliki keterbatasan dalam hal akses dan infrastruktur digital. Ketergantungan pada satu jalur kabel laut membuat risiko gangguan menjadi sangat tinggi jika tidak ditopang oleh sistem pendukung yang memadai. Dalam kasus ini Telkomsel segera mengaktifkan link backup yang sudah disiapkan sebelumnya untuk mempercepat proses pemulihan layanan. Namun gangguan yang sempat melumpuhkan banyak wilayah tetap menjadi pelajaran penting agar pengembangan jaringan masa depan lebih kokoh dan tangguh. Yasrinaldi menekankan pentingnya kesiapan sistem teknis secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Dalam jangka panjang investasi pada penguatan jaringan serta pembentukan jalur alternatif menjadi mutlak diperlukan untuk memastikan kestabilan konektivitas di seluruh wilayah Timur Indonesia.
Kini setelah jaringan kembali aktif harapan masyarakat Papua mulai tumbuh kembali terhadap layanan koneksi digital yang lebih stabil. Banyak aktivitas publik seperti belajar daring administrasi pemerintahan hingga transaksi ekonomi membutuhkan jaringan yang andal. Telkomsel melalui TelkomGroup berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan mereka di wilayah yang memiliki tantangan medan seperti Papua. Tidak hanya soal kecepatan namun juga ketahanan jaringan menjadi prioritas utama agar masyarakat tidak kembali mengalami krisis komunikasi. Pemulihan saat ini juga membuktikan bahwa dengan sistem cadangan dan kesiapan teknis langkah cepat bisa diambil saat darurat terjadi. Selain itu kolaborasi antara tim teknis kapal perbaikan dan dukungan pemerintah juga menjadi faktor penting dalam penyelesaian masalah ini. Masyarakat kini menanti janji TelkomGroup untuk menghadirkan layanan yang lebih handal serta merata demi mendorong kemajuan digital yang inklusif di Papua.